News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Alergi Hari Senin?

Alergi Hari Senin?

(Foto/Pixabay)


Oleh: Gertruda Yalinia Hia*

Masih banyak orang yang alergi terhadap hari Senin. Setelah 2 hari liburan, Sabtu dan Minggu,tidak terasa sudah masuk hari Senin yang menjadi hari membosankan. Tugas dan bahkan lebih banyak tugas telah menanti kita. Senin seharusnya menjadi awal dari seminggu yang akan kita tempuh, sebuah motivasi baru untuk melakukan yang lebih baik di tempat kerja.

Oleh karena itu, Senin seharusnya menjadi hari dimana Anda harus melakukan lebih banyak pekerjaan setelah baterai Anda diisi selama dua hari dengan liburan bersama keluarga dan teman-teman. Oleh karena itu minggu mendatang akan menjadi minggu yang lebih baik dari yang sebelumnya.

Ubah sudut pandang Anda dengan mengatakan bahwa Senin adalah jurus baru untuk memulai segalanya. Senin adalah waktu ketika Anda dapat mencapai hasil yang lebih baik daripada apapun yang telah Anda capai minggu sebelumnya. Apapun tujuan Anda, mulailah bekerja pada tujuan tersebut pada hari senin.  

Saya sendiri paling malas kalau sudah masuk hari senin, apalagi kalau ketemu matakuliah yang membosankan misalnya Statistik, Bahasa Inggris dan Filsafat sebagai penutup jam sore. Lelah. Tanpa sadar saya menolak waktu, seolah-olah hari senin itu penyakit akut (hahaha), tapi memang saya serius soal senin, mungkin karena sudah nyaman dengan hari minggu, jadinya tidak mau kenyamanan itu hilang dengan secepat kilat (kayak petir saja). 

Sepertinya bukan hanya saya yang alergi sama senin, tapi saya yakin sebagian kecil orang-orang di luar sana pasti ada yang merasakan hal yang sama dengan saya. Padahal senin bukan ancaman,bukan juga penyakit, melainkan hari baru, semangat baru dan passion baru setelah istirahat di hari minggu, yang paling penting di sini adalah mengubah mindsetnya menjadi positif agar energi positif itu mengalir dan menghasilkan daya juang untuk menghadapi setiap tantangan.

Mulai sekarang untuk orang-orang yang di luar sana dan saya sendiri dibiasakan mencintai hari senin seperti mencintai hari Sabtu dan Minggu (hahaha).

*Penulis adalah mahasiswi semester VI-Universitas Bhayangkara-Jakarta


Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar