News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

CINTA dalam PERBEDAAN

CINTA dalam PERBEDAAN

(Foto/ Pixabay)

Oleh: Gertruda Yalinia Hia

Saya tidak tahu alam sedang bersahabat kepada kita atau secara kebetulan.

Mempertemukan dua insan yang  tidak saling mengenal satu sama lain.

Hari itu entah sudah waktunya Tuhan mengizinkan kita saling tegur sapa atau memang kebetulan saja.

Saat itu langit dan bumi bagaikan gelombang dengan suaranya indah menyaksikan.

Kita berdua yang merasa asing dan saling mencoba menerawang sesuatu.

Jabat tangan diantara kita menandakan kita sudah bertemu.


Ah sungguh indah Tuhan ciptaanMu yang satu ini, doaku dalam hati.

Saya  mengagumi, saya tertegun sungguh indah hadiahMu ini Tuhan.

Saya tidak akan menyia-nyiakan ini, saya akan membuka hati untuknya apapun itu.

Saya merasa kamu juga merasakan hal yang sama seperti yang saya rasakan.

Sebenarnya apa yang salah dengan diriku, bahasa yang terbata-bata tiba-tiba muncul di permukaan, jantung bergetar kencang seakan kekurangan oksigen.


Sepertinya ada yang aneh dalam diriku, salah tingkah melihat wajahmu.

Sungkan diantara kita masih terlihat, ingin cerita dengan bahasa yang mudah dimengerti tapi apa daya, kegugupan saya sudah sampai ke ubun-ubun.

Tingkahmu yang lugu dan lucu mengisyaratkan ingin cepat memilikimu.

Egoiskah saya ingin memilikimu secepat ini?

Tidak, tidak, saya salah, saya  terlalu cepat memikirkan ini.


Setelah pertemuan itu, hari-hariku terasa menyenangkan.

Tidak sabar ingin bertemu, bercerita dan menikmati sorot matamu yang indah tapi tenang.

Terjebak di media social tidak cukup bagiku.

Bayangmu adalah obat tidurku sebelum matahari  pamit untuk istirahat.

Matahari terbitlah, saya ingin menemuinya. Sekali ini, saya mohon.

Setelah berhari-hari memendam jeruji rindu. Ahkirnya moment itu tiba.

Saling bercerita, saling menatap satu sama lain, saling melepas dahaga rindu.

Dan ini tidak akan saya lupakan seumur hidup.


Entah mengapa setelah pertemuan itu…

Ada sesuatu yang mengganjal dipikiranku

Timbul kegelisahan dalam hati, keraguan muncul, sepertinya kisah ini tidak akan lengkap sampai akhir.

Akhirnya terungkap, kita berbeda. Kita beda keyakinan

Akh kenapa dengan keyakinan ini Tuhan

Saya yakin cinta dalam perbedaan ini sulit bagi kita

Kita sudah saling meyakinkan, saling terbuka, tapi tetap saja suatu saat nanti akan terpisahkan. Tidak mungkin keajaiban akan hadir.

Kita yang selalu berusaha untuk saling memiliki, untuk saling memahami, kini harus saling mengubur mimpi, hingga saling melukai hati.

Saya sudah menduga, ini akan sulit mendapat restu. Kita sudah sepakat untuk menjalani, dengan alasan Cinta dan Mencintai.

Kita memang satu perasaan, sejalan karena saling mencintai. Ya benar kita memang sepemikiran, tapi sisi lain berbicara, sayangnya kita beda keyakinan.

Karena perbedaan keyakinan inilah, ingin rasanya merobek realita ini, norma ini dan teka-teki ini, tapi tidak bisa.

Mau tidak mau ada satu pilihan yang harus dipilih. Entah bersedia merelakan keyakinan yang satu agar bisa menyatu, atau kita memilih berbeda tanpa adanya restu, ataukah tetap berbeda dan harus mengalah pada sebuah perpisahan.

Ya jawaban yang terakhir, kita sepakat untuk saling merelakan, berat memang.

Batin dan naluri seakan terkoyak.

Kita sama-sama kuat, berpegang teguh dengan  keyakinan yang masing-masing kita genggam erat.

Dengan derai air mata, saling melepas dan mengubur mimpi-mimpi indah kita bersama.

Tak ada yang salah, semua yang telah terjadi mempunyai makna tersendiri yang diberikan oleh Tuhan.

Tolong jangan menangis. Jangan membenci.

Kita tetap satu ciptaan yang indah yang diciptakan oleh Yang Maha Kuasa.

*Penulis adalah mahasiswi semester VI-Universitas Bhayangkara-Jakarta

Ditulis di Bekasi, 2020

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar