News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Generasi Z

Generasi Z

(Foto Ilustrasi/Pixabay)


Oleh Gertruda Yalinia Hia

Mungkin sebagian orang belum paham arti generasi Z itu apa, banyak yang mengeluarkan pendapat bahwa generasi Z adalah generasi atau kelompok yang hidup di abad yang penuh dengan teknologi serba canggih, serba instan, dan serba fleksibel. Istilah kelompok atau generasi ini muncul ketika jurnalis Bruce Horovitz mengenalkan istilah Generasi Z. Umumnya umur yang disebut generasi Z ini adalah mereka yang lahir dalam rentang tahun 1995 hingga tahun 2010 masehi.

Disebut sebagai generasi Z, karena kelompok ini mampu dengan segala alat teknologi diaplikasikan, disearching segala kegiatan mereka dengan menggunakan internet lewat  Smartphone, Android, Komputer, Laptop, Tablet, dan sejenisnya yang sudah standby di genggaman. Kegiatan kelompok ini mulai dari update perkembangan dunia maya, memantau segala isu-isu hangat dengan lewat media sosial yang sudah menjadi bagian dari kebutuhan dasar selain kebutuhan fisiologis, biologis, dan kebutuhan lainnya. Setiap hari, sebagian besar dari mereka (Generasi Z) menghabiskan waktu di layar gadget mereka dengan menelusuri, menjelajahi berbagai informasi terkini di dunia maya. Di samping mereka sudah berteman dengan teknologi, kerap kali generasi Z ini tidak dapat mengontrol diri dengan teknologi, banyak dari mereka terjebak dengan informasi yang negatif yang merusak moral, etika, sopan santun bahkan dunia asli mereka sudah direnggut oleh imajinasi teknologi digital yang serba berkembang yang seharusnya dunia itu menjadi dunia sosial mereka, dunia yang seharusnya untuk bermain dengan orang lain.

Sejak usia dini bahkan balita, mereka sudah dikenalkan gadget oleh lingkup keluarga, lingkungan sekitar bahkan sehari-hari mereka melihat dan merasakan gadget itu seperti apa. 

Generasi Z ini sangat aktif gemar menyukai komunikasi melalui media social mulai dari yang paling populer seperti Twitter, Instagram, Whatsapp, Facebook, Line, Telegram, Signal yang baru muncul akhir-akhir ini dan yang lainnya. Generasi Z ini sebagian kecil mengeksplore, mengekspresikan diri mereka melalui media sosial, yang paling digemari adalah Tiktok, Snackmusic, Like, Hello dan sejenisnya. Kegiatan eksplore ini tanpa sadar membawa dampak yang besar pada kepribadian mereka, bahkan memunculkan gangguan Psikologis salah satunya adalah gangguan Narsisme. Perlu diketahui Narsisme yang berlebihan bisa membawa dampak yang sangat merugikan, mulai dari kehilangan moral, apathis terhadap lingkungan sosial bahkan kualitas pendidikan yang sedang digeluti menurun drastis.

Narsisme sendiri adalah salah satu gangguan kepribadian yang dialami oleh seseorang yang mengejar pengakuan dari orang lain terhadap kekaguman diri sendiri, butuh pengakuan dari orang lain yang cenderung egoistic dan apathis terhadap orang lain. Umumnya orang-orang narsisme adalah orang-orang yang hobi selfi berlebihan dan memamerkan foto koleksi dirinya di media sosial tanpa mengetahui akibatnya.

Istilah narsis berawal dari tokoh mitos Yunani yang bernama Narcissus. Narcissus sangat terpengaruh oleh rasa cinta akan dirinya sendiri sehingga dikutuk mencintai bayangannya sendiri di kolam. Ia tanpa sengaja menjulurkan tangannya untuk meraih, refleksi dirinya tersebut sehingga ia tenggelam.

Walaupun penjelasan di atas menjelaskan sedikit tentang Generasi Z yang gemar dengan teknologi, para orang tua dan kita juga seharusnya mendampingi anak-anak kita, memberi edukasi kepada mereka, jangan sampai terjerumus kepada hal-hal negatif yang merusak moral mereka. Segala sesuatu yang berlebihan juga ada akibatnya untuk diri sendiri dan orang lain. Jangan sampai mereka dan kita hilang empati dengan orang lain hanya gara-gara canggihnya teknologi.


*Penulis adalah mahasiswi semester VI-Universitas Bhayangkara-Jakarta

**Dari berbagai sumber

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar