News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Anak Manja dan Keras Kepala

Anak Manja dan Keras Kepala

(Sampul Buku Anakku Permataku)


*Oleh Silvester Detianus Gea

Namaku, Silvester Detianus Gea. Silvester adalah nama baptisku, nama kecilku Deti, lahir di Desa Dahana Hiligodu, Kepulauan Nias pada tanggal 31 Desember 1991. Aku anak kedua dari lima bersaudara. Lahir dari pasangan Satieli Gea (alm) dan Merina Gea. Ayahku meninggal dunia ketika aku berumur 9 tahun. Aku termasuk anak yang manja dan keras kepala. Ibu sering bercerita padaku.  Tulisan berikut merupakan cerita ibu kepadaku beberapa tahun lalu. 

Cerita Ibuku

Kamu anak yang manja, sekaligus keras kepala. Sering sekali jika kamu meminta uang jajan, jika tidak diberikan kamu menangis. Selain menangis, kamu juga sering mengambil batu dan melempari rumah. Jika uang jajan diberikan dalam jumlah sedikit, kamu ngambek. Kamu anak yang sulit sekali untuk dibujuk ketika ngambek dan menangis. Ibu sering sedih menghadapi sikap kamu terlebih jika kamu ngambek dan melempari rumah dengan batu. Ibu selalu berusaha untuk memberikan apa yang kamu minta meskipun kadang dalam situasi yang sulit.

Meskipun kamu anak yang manja dan keras kepala. Ada banyak juga tingkah laku kamu yang baik. Sejak kepergian bapakmu untuk selamanya, kamu selalu menemani mama dalam bekerja setelah pulang sekolah. Kamu sering membantu ibu untuk memecahkan batu untuk kita jual kepada orang yang membangun rumah. Selain itu, kamu juga sering membantu mama mengambil pasir dan kerikil di sungai untuk kita jual. Ibu sering melihatmu lelah. Bahkan kamu juga sering melawan dan tidak mau bekerja. 

Meskipun seperti itu, dalam kemarahanmu, kamu tetap melakukan pekerjaan yang ibu suruh. Nak, kamu pekerja keras. Kadang ibu kasihan melihat kamu bekerja berat membantu ibu. Tetapi semua tidak sia-sia nak, kamu bisa menjadikan itu sebagai bekal kamu ketika kamu sudah dewasa. Dilain waktu, ibu kadang meminta kamu untuk tidak masuk sekolah untuk menemani ibu di ladang. Tetapi kamu keras kepala nak dan tidak mau kalau kamu tertinggal dalam belajar. 

Ya, ibu tahu maksudmu nak, kamu ingin menjadi anak yang cerdas. Terbukti ketika kamu lulus Sekolah Dasar (SD). Kamu semangat untuk melanjutkan sekolah ke jenjang selanjutnya. Syukur Tuhan memberi kesempatan dan membuka jalan keluar agar kamu dapat mencapai cita-citamu. Semangatmulah yang membuat ibu bekerja tanpa kenal lelah. Semangatmu pulalah yang membuat ibu tetap tegar menghadapi berbagai tantangan yang berat sebagai seorang single parent. 

Aku Rela Menderita Demi Anak

Setelah kepergian bapakmu untuk selamanya, ibu berjuang sendiri. Bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Rasa lelah ibu hilang ketika melihat wajah kalian. Meskipun ibu hanya dapat menyiapkan sarapan pisang rebus atau singkong untuk mengganjal perut. Ibu selalu berusaha tegar, kadang juga menahan lapar, asalkan kalian kenyang. Kadang juga ibu menangis dalam kesendirian ketika bekerja. Ibu selalu memikirkan bagaimana masa depan kalian kelak tanpa seorang ayah. 
Meskipun banyak tantangan yang ibu hadapi, ibu tetap bertahan untuk mengurus kalian. Ibu tidak mau masa depan kalian suram. Bagi ibu, kalian adalah harta yang tak dapat digantikan oleh apapun. Meskipun hujan deras, ibu menahan dingin. Demikian pula, ibu menahan terik matahari, demi kalian. Pekerjaan apapun ibu lakukan untuk kebahagiaan kalian, anak-anakku. Ibu sering berangkat kerja ketika matahari belum terbit dan pulang ketika matahari terbenam. Ibu merasa terbantu karena setelah pulang sekolah Deti membantu mendaras karet dan mencari kayu bakar di kebun. 

*SILVESTER DETIANUS GEA, lahir di Desa Dahana Hiligodu, Kepulauan Nias pada tanggal 31 Desember 1991. Anak kedua dari lima bersaudara. Lahir dari pasangan Satieli Gea (Alm) dan Merina Gea. Aktif sebagai wartawan (2017-sekarang) dan mengajar di SD Tarsisius Vireta, Tangerang (2019-sekarang).  Pernah menulis buku bersama Bernadus Barat Daya berjudul “Mengenal Tokoh Katolik Indonesia: Dari Pejuang Kemerdekaan, Pahlawan Nasional Hingga Pejabat Negara” (2017). Menulis buku berjudul “Mengenal Budaya dan Kearifan Lokal Suku Nias” (2018). Ikut serta menulis puisi dalam buku bunga rampai “Ibuku Surgaku” jilid III (2020) dan “Ayahku, Jagoanku” jilid IV (2021). 

Sumber: Anakku Permataku-Himpunan Tulisan Inspiratif Tentang Anak-Anak Kita (Buku Lima). 2021. Jakarta: Penerbit Kosa Kata Kita. hlm. 133-136

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama

Posting Komentar